Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Festival Bale Nagi 2020 Dibatalkan.

By Admin Pariwisata 17 Mar 2020, 13:21:55 WIBSeni & Budaya

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Festival Bale Nagi 2020 Dibatalkan.

Ket. gambar : Konferensi Pers bersama Bupati Flores Timur. Sumber : Disparbud Flores Timur.

Guna menghadapi dan menyikapi situasi terkini akibat mewabahnya Virus Corona (Covid-19) maka pemerintah Kabupaten Flores Timur mengeluarkan Surat Edaran Nomor : PEM.130/25/PEM.UMUM/2020 (hal 1) (hal 2). Selain berisi himbauan-himbauan menyangkut pencegahan penularan Virus Corona, dalam surat edaran itu juga secara spesifik berisi pembatalan Gerakan Bale Nagi dan juga Festival Bale Nagi 2020. Dalam arahannya pada konferensi pers yang digelar di Kantor Bupati, Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST menyampaikan bahwa sebagian besar diaspora Flores Timur berasal dari Jakarta yang mana merupakan salah satu wilayah di negara ini yang sudah melakukan beberapa tindakan menyangkut pencegahan Virus Corona.

“Semua kegiatan yang mendukung kegiatan Festival Bale Nagi 2020, itu kita lakukan pembatalan,” ujar Bupati Anton. Hadir dalam konferensi pers ini, Wakil Bupati, Agustinus Payong Boli, Kepala Dinas Pawisata dan Kebudayaan, Apolonia Corebima, SE,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Agustinus Ogue Silimalar, Kepala BNPB, Alfonsus Hada Betan, dan wartawan dari berbagai media lokal, Selasa (17/03/2020).

Menanggapi pembatalan FBN 2020 ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Flores Timur, Apolonia Corebima, SE,M.Si, mengakui sangat memahami situasi seperti ini. “Tujuan FBN yaitu  mengajak diaspora Flores Timur di seluruh dunia dan para peziarah lainnya untuk datang lebih banyak ke Flores Timur untuk mengikuti Prosesi Semana Santa dan tinggal lebih lama. Namun, dengan memperhatikan wabah Covid-19 yang mendunia, maka harus dilakukan pembatasan orang untuk datang ke Flotim dengan cara membatasi kegiatan yang mengundang orang datang di mana salah satunya adalah kegiatan FBN.”

Nia Corebima – demikian sapaannya – juga mengungkapan rasa optimisnya bahwa event ini dapat dilaksanakan pada waktu yang akan datang. “Masih ada kesempatan FBN 2021 dan bentuk promosi Flores Timur lainnya. Semoga kita semua berbesar hati dan terhindar dari wabah Covid 19. ” ungkapnya. Nia juga menyadari bahwa pembatalan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah. “Pembatalan FBN merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk melindungi warga masyarakat Flotim dari segala ancaman virus ini,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Panitia Gerakan Bale Nagi (GBN) 2020 ), Simon Lamakadu yang menjadi penggagas Gerakan Bale Nagi bersama Paguyuban Masyarakat Flores Timur Se-Jabodetabek Tite Hena, mengungkapkan sikapnya atas keputusan ini. “Melihat bagaimana kerja keras teman-teman panitia selama enam bulan terakhir, dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta antusiasme para peserta, pasti ada kekecewaan. Tapi keadaan epidemi Corona perlu kita sikapi secara bijaksana untuk kebaikan kita semua,” ungkapnya.

Simon juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan ini. “Situasi yang ada tentu di luar kendali dan kehendak kita semua. Kami menerima, menghormati dan mendukung keputusan yang diambil pemerintah daerah dan mendoakan agar Prosesi Semana Santa di Nagi dapat berjalan dengan lancar,” lanjutnya.

Simon menambahkan bahwa hingga saat ini sudah ada 100 orang yang mendaftar untuk mengikuti GBN, namun sejak kemarin pemberitahuan pembatalan yang ditandantangani oleh Ketua Umum KFT, Philip Ernastin Riberu sudah diinformasikan kepada seluruh diaspora Flores Timur yang berencana mengikuti GBN 2020 ini.

“Kami yakin gerakan ini akan ada lagi di masa depan. Kita hanya menundanya saja,” tutupnya optimis.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment