Beatrix Fashion Desain Akan Tampilkan Aneka Model Draperi di Festival Lamaholot Flores Timur 2019

By Admin Pariwisata 10 Sep 2019, 13:00:51 WIBSeni & Budaya

Beatrix Fashion Desain Akan Tampilkan Aneka Model Draperi di Festival Lamaholot Flores Timur 2019

(Ket. foto: Contoh model draperi saat Karnaval Kemerdekaan di Larantuka, Agustus 2019)

Sejak dihelat tahun lalu pada event Festival Nubun Tawa 2018, potensi tenunan di Flores Timur pun mendapat tempat dalam ruang pagelaran. Di tahun ini, dalam event Festival Lamaholot Flores Timur 2019, potensi tenunan Flores Timur kembali diberi ruang untuk menjadi salah satu daya tarik event ini. Beatrix Tukan, pemilik Beatrix Fashion Desain dan salah seorang desainer muda Flores Timur yang sudah terlibat dalam event yang sama tahun lalu dan event-event fashion di kabupaten ini, kini kembali dipercaya menggelar fashion show dengan bahan kain tenunan dari hampir semua kecamatan di Flores Timur.

Di sela kesibukannya mempersiapkan segala kebutuhan untuk fashion show yang bakal digelar pada Rabu, 11 September 2019, pkl. 19.00 Wita ini, saya berhasil mengajaknya bercerita tentang persiapannya menyongsong acara ini.

Untuk Festival Lamaholot Flores Timur 2019 – Nubun Tawa di Bantala, Lewolema ini, Beatrix Fashion Desain ini akan memamerkan beragam corak tenun dari hampir semua kecamatan di Flores Timur. Untuk proses mengumpulkan semua corak tenunan itu, wanita tamatan AKS Tarakanita tahun 2008 ini mengaku sudah melakukannya sejak setahun lalu. “Berangkat dari pengalaman di Festival Nubun Tawa tahun lalu, saya mulai nyicil kumpul tenun-tenun dari berbagai kecamatan, karena saya tahu pasti akan terpakai nanti. Sehingga untuk tahun ini, saya tidak kesulitan atau perlu waktu lama untuk mengumpulkannya,” jelasnya.

(Ket. foto : Aty Tukan sedang mencoba model draperi)

Khusus pada event kali ini, wanita muda penuh enerjik yang lebih akrab dipanggil Aty Tukan ini hendak mencoba sesuatu yang baru dan fresh, lebih fokus pada unsur etniknya ketimbang moderennya. “Kalau tahun lalu, ditampilkan baju yang sudah jadi, dan kombinasi dari tenun, dibuat baju pesta. Maka tahun ini, saya akan coba tampilkan draperi, yakni kain tenun yang masih berupa lembaran lalu dililitkan langsung ke badan modelnya, dibuat menyerupai model baju,” ungkap wanita murah senyum ini.

“Totalnya ada 10 jenis draperi, masing-masing desain draperi untuk 1 pasang model,” tambahnya.

Aty juga menjelaskan bahwa draperi ini mudah dan bisa dibuat oleh semua orang, meski tanpa memiliki pengetahuan tentang fashion sekalipun, dan berbeda dengan mendesain atau menjahit baju. “Ketika orang mau membeli kain tenunan, kadang mereka merasa sayang untuk dipotong kainnya untuk dijahit menjadi baju, sehingga satu kain tenunan, praktis hanya untuk satu model baju saja ketika sudah selesai dijahit. Sedangkan pada draperi, 1 kain tenunan dapat dijadikan berbagai model baju, hanya dengan satu kain tenunan, dan tanpa harus memotong atau menggunting kain tenunannya,” jelas wanita yang pernah menjadi juri Pemilihan Oa Pariwisata Flores Timur ini. 

(Ket. foto: Aty dan salah satu dari tiga staf yang sehari-hari membantunya menyelesaikan pekerjaan jahitan).

Berbeda dengan tahun lalu, pada event ini Aty Tukan menggunakan jasa 10 pasang model yang secara khusus dipilih dari sekolah-sekolah di Kecamatan Lewolema dan beberapa lainnya dari luar Lewolema. “Awalnya saya minta bantuan para guru untuk memilih, kemudian saya sendiri yang turun menyeleksinya,” tutur wanita yang pernah diundang menghadiri dan menjadi peserta event Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta pada Maret 2019 ini. Aty mengakui model-model baru yang dipilihnya masih minim pengalaman di atas panggung, oleh karenanya, untuk event ini dia harus melatih para model remaja ini berlenggak-lenggok di atas panggung.

Mendesain 10 pasang model drepari pastinya butuh tenaga dan konsentrasi yang tidak sedikit. Oleh karenanya, dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan fashion show ini, Aty juga menggandeng penata riasnya sendiri. “Selain dibantu oleh tiga tenaga kerja di BFD, pada bagian make up-nya saya percayakan pada Ibu Onya Kedang dan Ibu Ewin Tukan Balun yang memang selama ini sudah sering diajak bekerja sama dalam beberapa event fashion,” tutur anak perempuan kedua dari empat bersaudara ini.

Berbicara tentang dampak ekonomi yang dirasakannya setelah tahun dan juga pada tahun ini terlibat dalam event yang sama ini, Aty nampak tersenyum. “Oh jelas ada. Bahkan, konsumen dari luar Flotim juga banyak. Orang semakin banyak menggunakan kain tenunan, dan mereka bangga,” papar wanita kelahiran 8 Maret 1986 ini optimis.

Disinggung mengenai prospek ekonomi dari potensi tenunan ini, Aty mengungkapkan bahwa potensi bisnis dari kain tenunan ini sangat menjanjikan. “Apalagi Ibu Gubernur sendiri sudah perkenalkan tenun NTT ke ajang IFW (Indonesia Fashion Week – red). Ditambah lagi Putri Pariwisata Indonesia 2019, Clarita Mawarni Salem juga dari NTT. Tinggal para penenun harus mau berinovasi dari corak yang didesain lebih menarik dengan memperhatikan warna dan tekstur kainnya, tanpa harus meninggalkan kekhasan corak Flotim. Saya juga sedang banyak belajar tentang mencari dan memadukan benang yang baik dalam proses penyesuaian warna sehingga hasilnya bagus,” jelas wanita yang masih betah melajang ini.

Soal pengembangan tenunan sebagai peluang ekonomi, menurut Aty, Flores Timur harus belajar juga dari daerah lain, seperti Maumere misalnya yang sudah mampu menghasilkan tenunan dengan warna yang alami, tekstur yang ringan, namun dengan harga yang masih terjangkau.

Penasaran dan tertarik dengan model-model drepari yang akan dipamerkan Beatrix Fashion Desain? Datangi dan saksikan saja di Festival Lamaholot Flores Timur 2019 – Nubun Tawa, di desa Bantala, Kecamatan Lewolema, hari Rabu, 11 September 2019, jam 07.00 malam.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • proxarogs

    qss [url=https://freecasino888.us.org/#]free casino games[/url] lbw ...

    View Article
  • Paulurind

    <a href="http://cialisq.com/">buy generic cialis</a> <a ...

    View Article
  • canadian pharmacies

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">ph archarmy online no ...

    View Article
  • dogintyspoott

    dfq [url=https://casinoavenue.us.org/#]free casino games[/url] ...

    View Article