Dihadiri Wisman, Pameran Tenun Ikat Pamakayo Akan Hadirkan Tiga Jenis Tenunan

By Admin Pariwisata 10 Apr 2019, 15:24:55 WIBSeni & Budaya

Dihadiri Wisman, Pameran Tenun Ikat Pamakayo Akan Hadirkan Tiga Jenis Tenunan

Setelah dilaunching oleh Bupati Flores Timur, Antonius H. G. Hadjon pada tanggal 06 April 2019 yang lalu di Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, kemeriahan Festival Bale Nagi (FBN) 2019 akan menjalar ke Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Jumat (12/04/2019).

Kali ini FBN 2019 akan menampilkan Pameran Tenun Ikat yang berasal dari pulau Solor. Uniknya, pameran ini akan menampilkan tiga jenis kain tenunan berdasarkan bahan pembuatannya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima mengungkapkan bahwa tiga jenis kain tenunan ini terdiri dari, tenunan asli yang terbuat dari benang dan pewarna asli, tenunan campuran yang terbuat dari benang asli dan pewarna toko serta tenunan biasa yang terbuat dari benang dan pewarna toko. Para pencinta tenunan, lanjutnya, dapat melihat kekayaan Flores Timur berupa kain tenunan yang berkualitas yang dihasilkan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikannya masing-masing.

“Beberapa wisatawan mancanegara juga direncanakan akan hadir dan menyaksikan pameran ini. Kehadiran para wisatawan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual pariwisata Flores Timur,” tambah Apolonia. Para wisman ini direncanakan akan tiba dari Lembata menggunakan kapal.

Pameran ini juga akan diramaikan dengan pertunjukan atraksi seni dan budaya dari desa-desa yang ada di Kecamatan Solor Barat. Sehingga, harapannya, semakin banyak pengunjung lokal maupun dari luar pulau Solor yang hadir dan menyaksikan pameran ini.

Pameran ini juga akan menjadwalkan sebuah kunjungan budaya ke kampung lama desa Pamakayo, tempat masyarakat awal desa Pamakayo berdiam. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan ada sebuah pengalaman yang baru untuk merasakan sebuah suasana yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.  

Layaknya beberapa festival yang pernah digelar oleh Disparbud yang menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat atau CBT (Community Based Tourism), Pameran Tenun Ikat di Pamakayo ini juga menerapkan konsep yang sama. “Kegiatan ini murni milik masyarakat, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan senantiasa mendukung kegiatan yang digagas oleh masyarakat,”sambungnya.

Apolonia berharap dengan adanya pameran ini, masyarakat mulai mencintai tenunan sebagai salah satu warisan budaya Flores Timur. “Mari kita memulai gerakan mencintai tenun,” pesannya mengakhiri.

Cari tenunan asli, campuran atau yang biasa? Ayo ke Pamakayo!

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • IDN POKER

    Thank You https://www.horepulsa.com ...

    View Article
  • JoynewsBD

    All Bangladesh News from JoynewsBD ...

    View Article
  • air blower

    pantai sebersih ini semoga saja tidak dicemari oleh turis yang tidak bertanggung jawab ...

    View Article
  • walmartu2

    A 2007 study in the diary HIV Remedy http://www.cialisotcwalmart.com cialis generic ...

    View Article