Disparbud Flores Timur Gelar Bedah Pra-Cetak Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur

By Admin Pariwisata 05 Nov 2019, 14:49:12 WIBSeni & Budaya

Disparbud Flores Timur Gelar Bedah Pra-Cetak Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur

Ket. foto: draft buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur (Disparbud Flotim) menggelar Bedah Pra Cetak Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur pada hari Kamis, (31/10/2019) di ruangan aula Disparbud Flores Timur. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur, dan merupakan hasil kerja sama Disparbud Flotim dengan Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur. Kegiatan bedah pra-cetak ini dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Flotim, Apolonia Corebima, SE,M.Si, didampingi oleh Sekretaris Dinas, Katarina M. Riberu, S.Ip.,M.Si, Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya, Kornelia S. Koten, S.Sos, Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Sejarah, Felixiamus B. Koten, A.Md.

Ket. foto: Sambutan awal Ketua Agupena Flores Timur, Maksimus M. Kian.

Bedah Pra Cetak Buku Cerita Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur ini menghadirkan beberapa penelaah yakni; Donatus A. G. Lamabelawa, Fransiskus Xaverius Siola (pemerhati dan sejarahwan Flores Timur), dan Anselmus Atasoge (akademisi, dosen STP Reinha). Kegiatan ini juga dihadiri oleh guru-guru penulis yang tergabung dalam Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur yakni; Maksimus Massan Kian (ketua Agupena), Muh. Soleh Kadir (editor buku), Michael Boro Bebe, Yohanesta S. Lamalewa, Yohanista Buran (editor buku), Alfius Y. K. Sabon. Yohanes N. Hayon, Petrus K. Kedang, Amber Kabelen, Anselmia Sabu Koten, Asyari Hidayah Hanafi, penulis lain yang terlibat di dalamnya yakni Fabianus Boli Uran dan Piet Kumanireng, serta anggota tim editor lainnya; Silvester Petara Hurit dan Thomas Wolor.

Dalam kesempatan ini, para penelaah memberikan beberapa catatan dan komentar menyangkut tulisan-tulisan yang dimuat di dalam draft buku ini baik dari segi tata bahasa maupun isinya. Dalam kesimpulannya, Anselmus Atasoge mengungkapkan bahwa dari buku ternyata banyak hal yang dapat digali dan dikembangkan. Namun demikian menurutnya editor nantinya harus juga membuat sebuah tulisan sendiri di bagian depan sehingga dapat menjelaskan kepada pembaca tentang isi buku ini yang diharapkan dapat dilanjutkan pada edisi kedua nantinya. Menurut Donatus A. G. Lamabelawa, ke depannya dari buku ini dapat digali lebih jauh dan mendalam terhadap sumber-sumber pustaka tentang sejarah dan cerita-cerita dari lewo-lewo (kampung) di Flores Timur. Harapan yang sama juga diutarakan oleh penelaah lainnya, Fransiskus Xaverius Siola. Menurutnya, dari semua cerita lewo ini akan menjadi awal yang baik untuk menuliskan sebuah cerita dan sejarah tentang Flores Timur. Ketua Tim Editor, Muh. Soleh Kadir menyatakan bahwa setelah proses ini, buku ini akan direvisi lagi sesuai masukan dari para penelaah, dan segera setelahnya akan memasuki proses pencetakan. 

Ket. foto: Kadis Parbud Flotim, bersama para penelaah, tim editor dan penulis.

Kepala Disparbud Flotim, Apolonia Corebima SE, M.Si pun menerangkan bahwa lewo-lewo yang masuk dalam cerita ini adalah lewo-lewo yang memiliki Nuba Nara (tempat berdoa dan mengadakan ritual adat) serta Koke Bale (rumah adat) dan juga memiliki cerita tentang Ile Jadi (penduduk asli) dan Tena Mao (pendatang). Buku ini sendiri, tambahnya, telah melalui proses yang cukup panjang karena beberapa kendala yang menghambat prosesnya yakni karena kekurangan penulis dan masih adanya narasumber yang belum bersedia untuk diwawancarai karena alasan tertentu. Namun demikian, menurutnya pula, apapun kendalanya, buku ini harus diterbitkan agar dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh para pembaca dan juga untuk dikembangkan pada edisi selanjutnya. Menurutnya pula, tim editor harus dapat mempersiapkan buku secara maksimal, baik secara tata bahasa maupun isinya sehingga nantinya buku ini bisa menjadi rujukan dan referensi untuk tulisan lainnya ataupun untuk edisi berikutnya.

Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur ini sendiri terdiri dari cerita asal-usul dari sekitar 30 lewo di Flores Timur yang ditulis oleh guru-guru yang tergabung dalam Agupena dan beberapa penulis lainnya di luar Agupena. 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. kanis koten 07 Nov 2019, 13:04:28 WIB

    sebua gebrakan yg bagus .semoga penulis tdk keliru dalam penulisan karna akan menjadi sejarah dan refrensi dimasa yang akan datang.

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • NupjumpizeGup

    jln <a href="https://cbdoil33.com/#">buy cbd new york</a> uzv ...

    View Article
  • LowlWeeleap

    uqf <a href="https://buycbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> ...

    View Article
  • proxarogs

    eag <a href="https://hempcbd11.com/#">what is hemp oil</a> pnw ...

    View Article
  • NupjumpizeGup

    gqz <a href="https://cbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> qys ...

    View Article