Disparbud Flotim Gelar FGD Penulisan Cerita Asal Usul Lewo

By Admin Pariwisata 29 Mei 2019, 10:12:41 WIBCagar Budaya

Disparbud Flotim Gelar FGD Penulisan Cerita Asal Usul Lewo

Menyikapi kurangnya respon masyarakat umum dalam mengikuti ajang penulisan cerita asal usul lewo (kampung) yang sempat diumumkan beberapa waktu yang lalu maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur (Disparbud Flotim) mengubah teknis pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Kali ini Disparbud Flotim mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Penulisan Cerita Asal Usul Lewo pada Selasa (28/05/2019) di ruangan Kepala Disparbud Flotim. Dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Flotim, Apolonia Corebima SE.M.Si, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya, Kornelia S. Koten, S.Sos, Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Sejarah, Felixiamus B. Koten, A.Md, kegiatan ini menghadirkan para narasumber yang berasal dari beberapa desa di Flores Timur, serta para penulis.

Yohanes Kromen, salah satu narasumber dalam kegiatan ini

Ket. gambar: Yoh. Kowa Kromen, salah satu narasumber dalam kegiatan ini.

Kegiatan Penulisan Cerita Asal Usul Lewo ini, menurut Kepala Disparbud Flotim, dilatarbelakangi oleh masih kurangnya referensi cerita asal usul lewo di Flores Timur dan masih adanya tradisi lisan yang rentan untuk hilang dan tidak dapat dijaga keutuhannya. Tambahnya, adanya fenomena ‘gelaran’ atau pemali yang ada dalam sebuah lewo ketika menceritakan asal-usul sebuah lewo yang hanya boleh diceritakan oleh pihak atau suku tertentu pada waktu tertentu saja, juga mempengaruhi hilangnya sebuah cerita asal usul lewo pada suatu waktu nanti.

Dalam kegiatan ini, para narasumber yang diundang oleh pihak Disparbud Flotim diberikan kesempatan untuk menceritakan asal-usul lewo mereka masing-masing secara garis besar dan juga mengidentifikasi potensi-potensi cerita asal-usul lewo lainnya yang ada di Flores Timur. Dari hasil identifikasi, tercatat 60 lewo yang berpotensi memiliki cerita asal-usul lewo. Para penulis yang hadir dalam kegiatan ini kemudian dipetakan sesuai narasumber yang ada untuk nantinya dapat mendampingi, menggali informasi dan mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan.

Namun demikian, menurut Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Sejarah, Felixiamus B. Koten, A.Md, para penulis yang hadir dan yang berhasil diidentifikasi oleh Disparbud Flotim masih dirasa kurang. “Bila masih ada penulis lain yang ingin bergabung dalam kegiatan ini, masih diberikan kesempatan untuk menulis. Jadi, silahkan hubungi kantor Disparbud Flotim untuk informasi selanjutnya,” jelasnya.

Kegiatan ini sendiri akan berakhir pada 17 Juli 2019 nanti. “Setelah semua tulisan masuk, dan tim editor akan melakukan proses seleksi dan editing. Rencananya pula tulisan-tulisan ini akan dibukukan dan menjadi salah satu referensi yang memperkaya khasanah budaya Flores Timur dalam hal cerita asal-usul lewo,” lanjutnya.

Kepala Disparbud Flotim pun menegaskan hal yang sama. “Tentu saja, kita berharap kita dapat menghasilkan sebuah dokumentasi berupa buku tentang cerita asal-usul lewo di Flores Timur. Buku ini tidak berisi cerita semata namun juga mengandung makna-makna dan nilai serta pedoman kehidupan yang baik yang diwariskan oleh leluhur kita,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, para narasumber yang hadir antara lain; Silvester Leton dari Mudakeputuk, Yohanes Kowa Kromen dari Waibalun, Jack Arakian dari Sandosi, Petrus Ola Beda dari Lamabayung, Frans Hayon Niron dari Balawelin II, Daniel Diken Baun dari Mudakeputuk, Petrus Dosi Naen dari Ile Boleng, David Kopong dari Kelubagolit, Paulus Laba Mahin dan Paulus Ludok Kelen dari Leworook, Pankrasius G. Liwu dari Boru Kedang, Valentinus Odiama Kein dari Pamakayo, Linus Payong dari Kokotobo, Petrus Lein dari Lewokluok, Donatus A. G. Lamablawa dari Larantuka, Yos Beda dari Sinar Hading Gala, Yakobus Pati Ritan dari Riangkotek.

Sementara itu para penulis yang hadir yakni Sahdan Jailani dari Lamahala, Asyari Hidayah Hanafi dari Wewit, Maksimus Massan Kian dari Larantuka, Muh. Soleh Kadir dari Lamahala, Tobias Tobi Ruron dari Lamatou, Michael Boro Beda dari Pledo, Fabianus Boli dari Ile Bura.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • NupjumpizeGup

    jln <a href="https://cbdoil33.com/#">buy cbd new york</a> uzv ...

    View Article
  • LowlWeeleap

    uqf <a href="https://buycbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> ...

    View Article
  • proxarogs

    eag <a href="https://hempcbd11.com/#">what is hemp oil</a> pnw ...

    View Article
  • NupjumpizeGup

    gqz <a href="https://cbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> qys ...

    View Article