Disparbud Flotim Gelar Soft Launching Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur Seri I

By Admin Pariwisata 20 Des 2019, 17:01:30 WIB

Disparbud Flotim Gelar Soft Launching Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur Seri I

Ket. foto: Buku Usul Asal Lewo di Kabupaten Flores Timur Seri I.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur menggelar soft launching buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur, bertempat di Hotel Asa, Jumat (20/12/2019). Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya, Cornelia S. Koten, S.Sos, selaku penanggungjawab teknis kegiatan ini mengungkapkan bahwa cerita-cerita yang ditulis dalam buku ini memberikan banyak arti positif, bahwasanya dari buku ini, sebagai orang Lamaholot manusia dapat belajar dari kesalahan dan juga kesuksesan di masa lalu sehingga kesalahan itu tidak terulang lagi, dan kesuksesan yang ada di masa lalu dapat dijadikan semangat untuk membangun komunitas lewo yang lebih baik lagi. Nely Koten –demikian sapannya, mengungkapkan bahwa launching buku ini merupakan sebuah rangkaian proses panjang selama setahun ini. Diakuinya, setelah dibuka secara umum kepada publik untuk menjadi kontributor penulisnya, ternyata sedikit sekali penulis yang tertarik untuk menulis. Sehingga, Agupena Flotim yang beranggotakan guru-guru penulis di Flores Timur, diajak untuk bekerja sama sebagai pihak ketiga untuk merampungkan buku ini.

Mewakili para penulis, Maksimus Massan Kian menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala Disparbud Flotim yang telah berhasil menggagas dan mewujudkan kegiatan ini. Menurutnya, hasil karya ini, -terlepas dari segala kekurangannya – merupakan sebuah karya bersejarah dan prestasi yang patut diapresiasi sebagai sebuah buku referensi yang bermanfaat bagi masyarakat Flores Timur khususnya, dan pembaca lainnya secara umum. Namun demikian, Maksimus juga mengakui bahwa masih ada kekurangan yang ada di dalam buku ini sehingga akan selalu menjadi perhatian di kesempatan yang akan datang.

Ket. foto: Kepala Disparbud Flotim bersama Putri NTT 2019, Kresensia Linda Assan.

Kepala Disparbud, Apolonia Corebima, SE, M.Si didampingi Sekretaris Disparbud, Katarina M. Riberu, S.Ip.M,Si, dan Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan, Silvester S. T. Kabelen, SE serta Putri NTT 2019, Kresensia Lidia Assan, dalam sambutannya ketika melaunching buku ini, menekankan bahwa sejarah sebuah lewo (kampung) tidak boleh hilang. Dan, Disparbud memiliki cita-cita besar untuk memuat semua cerita lewo yang ada di Flores Timur. Seri I buku ini, diakuinya, memang masih memiliki kekurangan dan kelemahan sehingga diharapkan akan ada banyak masukan, kritik konstruktif, dan sanggahan yang kemudian akan dimuat sebagai tulisan revisi yang akan dimasukkan ke dalam buku seri II yang direncanakan akan diterbitkan pada tahun-tahun mendatang. Nia Corebima –sapaan akrabnya- juga mengapresiasi kerja keras Agupena Flotim yang telah berkontribusi besar dalam menyelesaikan program kegiatan ini, dan diharapkan kerja sama ini akan terus dibangun pada penulisan buku yang sama pada Seri II nantinya. Menurutnya pula, buku ini akan membuka ruang diskusi bagi siapa saja yang tertarik di dalamnya sehingga distribusi buku ini nantinya harus diatur secara tepat dan efisien sehingga buku ini dapat dibaca dan dinikmati.

Ket. foto : Kepala Disparbud Flotim bersama tim penulis yang hadir. 

Mengenai distribusi buku ini, Pelaksana Teknis Kegiatan sekaligus Ketua Tim Editor, Felixiamus B. Koten, A.Md menyatakan bahwa buku ini tidak diperjualbelikan namun akan didistribusikan kepada setiap penulis, sekolah-sekolah yang telah diseleksi, pegiat kebudayaan dan komunitas-komunitas yang aktif berjalan, pemerhati sejarah dan budaya.

Buku Asal Usul Lewo di Kabupaten Flores Timur setebal 278 halaman ini sendiri berisi 31 cerita asal usul lewo. Cerita-cerita itu adalah; Tutu Usu Marin Asa Lewo Salam Lamahala (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Lewo Terang Aukoli Tanah Lela Wato Wutun (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Asal Usul Lewo Watowiti (Petrus Kia Kedang, S.Pd), Asal-Usul Mudakaputu (Agnetis Da Nia, S.Pd), Asal Usul Lewomuda (Maksimus Massan Kian, S.Pd), Asal-Usul Lewo Lamatou (Tobias Tobi Ruron, S.Pd), Sejarah Pengungsian Suku Lama Kera ke Lewolere (Herman Josep Kleden), Sejarah Lika Mate Telo Lewotobi (Fabianus Boli Uran, S.Ikom), Mengenal Sepenggal Kisah Lewouran (Yohanista Buran Witin, S.Pd), Kisah Kampung Nobo (Fabianus Boli Uran, S.Ikom), Boruk Tanah Bojang-Kebo Kili Batu (Alfius Yuvenaris K. Sabon, S.Pd.Gr), Leworook Lama Merik-Tana Dota Lama Poluk (Piet Kumanireng, BA), Lewo Ingu-Lewo Ema Bapa (Anselmia Sabu Koten, S.Pd), Lewo Kota Atu Matan-Tana Samon Purunama (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Kakan Tala Majan Uran-Arin Uran Lamagoka (Anastasia Timur, S.Pd), Berdirinya Lewo Lamakera (Alfius Yuvenaris K. Sabon, S.Pd.Gr), Lewo Pao Lama Gamu-Tanah Muda Lama Dorok (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Lewo Balaweling (Klemensius Y. Kelang, S.Pd.Gr), Asal-Usul Kewo Tokan Witihama (Mikhael Boro Bebe), Lewo Engat Kampung Keramat (Mikhael Boro Bebe), Lewo Nele Lamadike-Tanah Kuma Lamawangi (Yohanesta Sonyaniatis Lamalewa. S.Ag), Muasal Lewo Niha One (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Lewo Lame Lama Dike-Tanah Dike Tanah Wai Lolon (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Usu Asa Lewo Lamalewa (Simon Petrus Soge, ST), Wewit Bunga Soko Berwarna Putih (Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd), Lewo Kenotan Boi Taran-Tanah Sia Lawa Taka (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Bayu Leke Reru-Wua Lama Wayak (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd), Tutu Lewo Asal-Usul Waibreno (Thomas Ara Kian Boli, S.Pd), Lewo Petung Horowura-Tanah Belang Riangbaka (Benediktus Bereng Lanan, S.Pd), Muasal Lewo Adobala (Muhammad Soleh Kadir, S.Pd).

Ket. foto: Kepala Disparbud Flotim bersama Tim Disparbud Flotim.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment