Disparbud Flotim Gelar Tatap Muka dengan Pengusaha Jasa Usaha Makanan dan Minuman

By Admin Pariwisata 17 Des 2019, 10:28:17 WIBKuliner

Disparbud Flotim Gelar Tatap Muka dengan Pengusaha Jasa Usaha Makanan dan Minuman

Berkenaan dengan telah diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 dan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi bagi Pengusaha Jasa Pariwisata, Peratruan Bupati Nomor 53 Tahun 2018 tentang Usaha Perjalanan Wisata, Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Usaha Pariwisata dan Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2018 tentang Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi serta dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan usaha dan jasa pariwisata di wilayah Taman Kota Larantuka, maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Flores Timur mengadakan tatap muka dengan pengusaha jasa usaha makananan dan minuman yang secara khusus menyelenggarakan usahanya di kawasan Taman Kota Larantuka pada Senin (16/12/2019) di ruangan Kepala Disparbud.

Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata, Dra. M. K. Wungubelen bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang penyelenggaraan usaha dan jasa pariwisata sesuai dengan produk hukum yang telah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Peraturan Bupati yang ada. Didampingi Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama, Silvester S. T. Kabelen, SE, Wungebelen menegaskan bahwa keberadaan para pengusaha usaha makanan dan minuman di Taman Kota Larantuka telah berperan baik dalam mengggerakan perekonomian masyarakat namun sebagai warga negara yang baik, tentunya para pengusaha makanan dan minuman ini juga harus menaati produk hukum yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah khususnya.

Selanjutnya, Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata, Edi A. Seke, S.Sos memaparkan beberapa point penting menyangkut penyelenggaraan usaha dan jasa pariwisata yang selama ini telah dijalankan oleh para pengusaha jasa usaha makanan dan minuman di Taman Kota Larantuka. Para pengusaha jasa usaha makanan dan minuman yang selama ini menyelenggarakan usahanya di Taman Kota Larantuka berpandangan bahwa usaha yang mereka jalankan selama ini hanya diwadahi oleh Dinas Koperasi semata. Sehingga pada kesempatan itu, Edi Seke menyampaikan bahwa usaha jasa makanan dan minuman merupakan bagian dari usaha dan jasa pariwisata yang jugamenjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur dan beberapa SKPD lainnya yang terkait di dalamnya seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Satpol PP dan lainnya. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi sosialiasi bagi para pengusaha jasa usaha makanan dan minuman tentang produk hukum yang telah dihasilkan tersebut.

Dari tatap muka tersebut, sebagian pengusaha mengaku mereka belum mengantongi ijin usaha. Namun demikian, menurut Edi Seke hal itu dapat dipahami bersama dan harus ditindaklanjuti dengan pengurusan ijin usaha oleh para pengusaha. “Kehadiran para pengusaha di Taman Kota Larantuka ini tidak bisa dipungkiri telah memberikan warna dan menggerakan roda perekonomian di Larantuka. Taman Kota semakin ramai dikunjungi, dan juga memberikan lapangan kerja bagi masyarakat lainnya. Hal ini tentunya akan selalu didukung pemerintah. Namun pemerintah juga berkewajiban memberikan pemahaman hukum yang baik sehingga pada kesempatan ini dihimbau agar para pengusaha ini secepatnya mengurus perijinannya,” tegasnya. Edi Seke menegaskan bahwa pemberian sanksi akan dilakukan bila himbauan dan penegasan yang diberikan oleh pemerintah tidak ditindaklanjuti oleh para pengusaha.

“Banyak usaha di Larantuka ini yang berprinsip bangun dulu baru minta ijin. Ini yang keliru karena ijin yang diberikan tidak hanya dikeluarkan oleh satu SKPD saja, namun juga melibatkan SKPD lainnya,” tambahnya. Oleh karena itu, Edi Seke menghimbau dan mendorong para pengusaha makanan dan minuman untuk segera mengurus perijinan sehingga usaha yang akan dijalankan dilindungi secara hukum.

Para pengusaha pun mengaku sangat mengapresiasi pertemuan ini karena mereka merasa diperhatikan oleh pemerintah serta mendapat pengetahuan-pengetahuan hukum yang berkaitan dengan usaha yang mereka jalankan. Dalam tatap muka tersebut juga, para pengusaha menyampaikan beberapa persoalan terkait aktifitas bisnis di Taman Kota Larantuka yang menurut mereka belum dikelola secara baik, misalnya mengenai waktu beroperasi yang masih dilanggar oleh beberapa pengusaha dan sampah yang belum teratasi secara baik. Selanjutnya, dari hasil pertemuan ini para pengusaha bersepakat untuk segera melengkapi usaha mereka dengan ijin dari pihak terkait. Dalam acara ini, hadir 13 pengusaha yang menjalankan usahanya di Taman Kota Larantuka, baik berupa warung makanan maupun kafe.

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Senuken 17 Des 2019, 10:45:35 WIB

    Semoga semua pengusaha pen jadi pelaku wisata yg sadar wisata. Pen jadi ujung tombak pelayanan terbaik bagi tamu, sekaligus menghadirkan makanan lokal dengan rasa dan penyajian internasional

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • Matoptoto

    Cialis Professional On Line Proscar Para La Alopecia Propecia Propecia 5 Mg For Sale ...

    View Article
  • KelSiRe

    Cialis Argentina Cialis 10 Mg Funziona <a href=http://cialibuy.com>generic cialis ...

    View Article
  • IsaacMuh

    <a href=https://wratotadaper.ml>mature bkack oussy white dick </a> ...

    View Article
  • KelSiRe

    Cialis 10 Mg Prospecto <a href=http://cialibuy.com>Cialis</a> Viagra Super ...

    View Article