Jelang Semana Santa, Kadis Parbud Flotim Himbau Pemilik Hotel tidak Naikkan Tarif Secara Tidak Wajar

By Admin Pariwisata 11 Apr 2019, 10:54:33 WIBInfo Hotel

Jelang Semana Santa, Kadis Parbud Flotim Himbau Pemilik Hotel tidak Naikkan Tarif Secara Tidak Wajar

Menjelang pelaksaan Prosesi Jumat Agung atau Semana Santa, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur mengadakan rapat persiapan Semana Santa 2019 bersama Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Cabang Flores Timur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima mengungkapkan bahwa banyak keluhan dari para wisatawan/peziarah yang dialamatkan kepada pemerintah melalui Disparbud tentang sulitnya mendapatkan pelayanan akomodasi berupa makanan dan minuman karena selama perayaan Tri Hari Suci karena banyak rumah makan dan restauran yang tutup. “Memang dalam hari-hari itu kita menjalani matiraga, namun wisatawan atau peziarah tentunya juga membutuhkan makanan dan minuman, sehingga diharapkan rumah makan dan restauran tetap buka pada hari-hari itu,” kata Apolonia. Menyoal para pedagang yang berada di seputaran taman kota FF, Apolonia juga mengungkapkan bahwa para pedagang makanan di situ akan direlokasi sementara ke lapangan stadion Ile Mandiri sehingga para wisatawan atau peziarah tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka. Di sana juga akan dibangun posko informasi untuk melayani kebutuhan peziarah.

Mengenai tarif hotel selama Tri Hari Suci, Apolonia menyatakan bahwa para pemilik hotel atau  dan warung tidak menaikan tarif hotel secara berlebihan. “Hotel-hotel dan penginapan diharapkan tidak menaikan tarif hotel secara tidak wajar. Kenaikan tarif hotel harus transparan dan jangan berlebihan. Para tamu memang dapat membayar namun yang perlu diperhatikan adalah kesan para wisatawan setelah meninggalkan hotel atau penginapan yang menilai tarif hotel di Larantuka terlalu mahal,” tambahnya.

Menurut Apolonia, Semana Santa adalah ikon Flores Timur, dan banyak wisatawan yang berziarah atau berkunjung ke Flores Timur pada saat tersebut sehingga pelayanan yang diberikan harus ramah dan sopan sehingga muncul kesan baik yang ditinggalkan oleh wisatawan selama berada di sini.

Dalam kesempatan itu pula, wanita yang baru genap setahun menjadi Kadis Parbud Flores Timur ini meminta kerjasama dari pemilik hotel untuk boleh menawarkan syal dan selendang tenunan yang sudah dititipkan oleh Disparbud Flores Timur di hotel-hotel tersebut. Syal dan selendang itu dikumpulkan dari para penenun yang ada di Flores Timur. Para pemilik hotel juga diminta untuk menghimbau para wisatawan yang mengunakan jasa penginapan mereka agar mengenakan syal atau selendang tersebut sebagi souvenir dan tanda pengenal selama mengikuti prosesi Semana Santa. “Hal ini juga membantu para penenun kita agar ada dampak ekonomi yang dapat dirasakan dengan adanya Semana Santa ini,” tambahnya.

Apolonia juga berharap hotel-hotel dapat menyediakan Kopi Leworook di hotel-hotel mereka sehingga dapat membantu usaha-usaha lokal yang ada di Flores Timur. Kopi Leworook sendiri secara resmi sudah dilaunching oleh Bupati Flores Timur pada soft opening Festival Bale Nagi di Pantai Rako (07/04/2019).

Dalam rapat persiapan Semana Santa antara Disparbud Flores Timur dengan anggota PHRI di Kantor Disparbud (11/04/2019) ini, para pemilik hotel juga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah dalam beberapa hal teknis menyangkut ijin operasional dan pengetatan tarif di beberapa hotel. Para pemilik restauran dan warung makan juga mengharapkan kerjasama, peran aktif dan promosi dari Disparbud agar usaha mereka dapat meningkat. Oleh karena itu, Kepala Bidang Kerjasama dan Kemitraan Disparbud, Silvester Kabelen mengungkapan bahwa Disparbud Flores Timur sudah memiliki website resmi di www.pariwisata.florestimurkab.go.id yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan usaha mereka. Melalui website ini, Disparbud akan berusaha mempromosikan warung-warung makan dan restauran yang ada di kota Larantuka dengan menu andalannya masing-masing.

“Kupang memiliki kuliner khas seperti se’i babi. Sudah saatnya Flores Timur juga punya kuliner khas seperti rumpu-rampe atau kuah ikan asam,” lanjut Silvester.

Di akhir kegiatan, Kadis Parbud Flores Timur mengharapkan anggota PHRI dapat menjalin kerjasama yang baik antara pemerintah dengan anggota lainnya sehingga tercipta sebuah jaringan kerja yang saling memberi manfaat.

“Berikan pelayanan yang ramah dan santun, agar kesan baik tentang kota Larantuka tetap terjaga,” pesannya menutupi.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • IDN POKER

    Thank You https://www.horepulsa.com ...

    View Article
  • JoynewsBD

    All Bangladesh News from JoynewsBD ...

    View Article
  • air blower

    pantai sebersih ini semoga saja tidak dicemari oleh turis yang tidak bertanggung jawab ...

    View Article
  • walmartu2

    A 2007 study in the diary HIV Remedy http://www.cialisotcwalmart.com cialis generic ...

    View Article