Libatkan 50 Orang, Dope Krome Siap Hentak Festival Lamaholot Flores Timur 2019-Nusa Tadon Adonara

By Admin Pariwisata 14 Sep 2019, 11:51:30 WIBSeni & Budaya

Libatkan 50 Orang, Dope Krome Siap Hentak Festival Lamaholot Flores Timur 2019-Nusa Tadon Adonara

Apa yang akan Anda lakukan ketika hama tikus menggerogoti makanan atau hasil kebun Anda? Pastinya Anda akan berpikir untuk membasminya dengan meracuninya bukan? Sanggar Lodan Doro Desa Kiwangona mungkin punya jawaban yang berbeda. Melalui Pentas Teater ‘Dope Krome’, penonton ditawarkan pada sebuah pilihan yang berbeda. Tikus sebagai hama yang mengganggu dalam pentas ini diperlakukan cukup istimewa sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dan makluk lainnya.

“Tikus itu kalau dibasmi dengan cara diracuni atau dibunuh, jumlahnya bukannya berkurang, malah akan bertambah makin banyak, betul khan? Banyaknya tikus membuat warga kesulitan dan kesusahan mendapatkan makanan karena stok makanan berkurang akibat dimakan tikus,” tutur Hendrikus Hari, seorang pemain dalam pentas teater ini.

“Dulu, di sini ritual ini pernah dilakukan. Sudah lama sekali, mungkin sekitar tahun 50-an. Tikus ini dipercaya oleh orang Kiwangona berasal dari laut, sehingga harus diantar kembali ke laut,” sambung lelaki yang juga merangkap sebagai ketua panitia lokal untuk event ini.

(Ket. foto; penari yang terlibat dalam pentas Dope Kromen, foto diambil saat gladi, 13/09/19)

Pentas yang disutradarai oleh Gabriel Wadan ini melibatkan sekitar 50 pemain yang berasal dari Desa Kiwangona terdiri dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga tetua kampung. Jumlah pemain yang begitu banyak tentunya membutuhkan konsentrasi yang besar. “Memang agak sulit melatih dengan pemain yang begitu banyak. Namun, karena termotivasi oleh semangat membawa nama baik desa, maka kita semua berupaya sebaik mungkin untuk melakonkannya,” sambung lelaki yang juga pernah menjadi kepala desa Kiwangona ini.

Melalui pentas ini, Endi Hari, demikian lelaki ini biasa disapa, dapat memberikan sebuah wawasan baru kepada para penonton tentang membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan makhluk lainnya. “Bagaimanapun juga, kita di dunia ini harus berbagi dengan tumbuhan dan hewan sebagai makhluk penghuni bumi. Dan, hubungan antar makhluk itu harus dibangun seharmonis mungkin agar terjadi keseimbangan alam yang saling menguntungkan,” pesannya.

Pentas ini akan dipertontonkan di panggung Festival Lamaholot Flores Timur 2019 – Nusa Tadon Adonara di Kiwangona, Sabtu, 14 September 2019, jam 07.00 malam. Penasaran dengan teater ini? Pastikan Anda tidak melewatkan pentas ini!

 

 

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. jasa seo terbaik dan berkualitas 22 Okt 2019, 20:38:43 WIB

    Infonya sangat berguna dan bermanfaat bagi kami semua. thanks boss...

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • proxarogs

    qss [url=https://freecasino888.us.org/#]free casino games[/url] lbw ...

    View Article
  • Paulurind

    <a href="http://cialisq.com/">buy generic cialis</a> <a ...

    View Article
  • canadian pharmacies

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">ph archarmy online no ...

    View Article
  • dogintyspoott

    dfq [url=https://casinoavenue.us.org/#]free casino games[/url] ...

    View Article