Makam MGR.Gabriel Manek.SVD

By Admin Pariwisata 08 Jun 2018, 20:29:41 WIBWisata Religi

Makam MGR.Gabriel Manek.SVD

Gabriel Manek (76) mantan Uskup Agung Ende,yang dijuluki “Uskup kaum Miskin” (bishop of the poor) telah meninggal dunia dalam damai pada tanggal 30 November 1989 di Denvener, Colorado, Amerika Serikat. Ia dilahirkan di Lahurus,Timor,18 Agustus, 1913. Ia ditahbiskan sebagai imam pribumi pertama bersama temannya Pater Karel Bale,SVD pada 28 Januari 1941. Sebagai imam muda, ia bekerja sebagai pastor pembantu di paroki Nita Flores. Kemudian ketika masa penjajahan Jepang,beliau bekerja sebgai imam di seluruh daerah Flores Timur, pulau Alor dan pantar, karena kebanyakan imam diinternir. Dari Flores dia kembali ke Timor khususnya membuka dan memimpin Seminari Menengah Lalian pada tahun 1950.

Tahun 1951, setelah sepuluh tahun menjadi imam,ia ditunjuk sebagai uskup Larantuka dan dithabiskan pada tanggal 25 April tahun itu juga. Di Larantuka inilah khususnya di Lebao, beliau memndirikan Tarekat suster pribumi: Putri Reinha Rosari (PRR) pada tanggal 15 Agustus 1958. Tarekat ini kini berkembang subur dan menyebar ke seluruh pelosok Nusantara dalam 50 komunitas di 19 keuskupan ; 4 Komunitas di 1 Keuskupan di Timor Leste ; 5 Komunitas di 4 Keuskupan di Kenya-Afrika Timur; 5 Komunitas di 4 Keuskupan di Italia. Sambil terbuka menanggapi perutusan Tuhan kemana saja.Gereja Katolik di Indonesia terus berkembang semenjak menjadi satu provinsi Gerejawi.

Provinsi Gerejawi Ended an Vikariat Ende menjadi Keuskupan Agung Ende. Dirasa perlu bahwa Uskup Agung yang pertama hendaknya seorang Pribumi. Maka setelah sepuluh Tahun sebagai Uskup Larantuka, pada tahun 1961 Uskup Larantuka ini, ditunjuk lagi untuk memangku jabatan Uskup Agung Ende yang pertama. Ia Putra sulung Imam,Uskup,dan Uskup Agung Pribumi kedua di Tanah air ini. Jabatan mulia ini diembannya ,hingga ia menarik diri pada tahun 1970. Dalam jabatan sebagai Uskup , jumlah umat berkembang pesat, bertambah banyak, tibalah saatnya mengusahakan sungguh sungguh pendalaman iman umat dan pendewasaan umat. Pembangunan fisik hendaknya diimbangi dengan pembangunan mental spiritual.

Demikian beliau sebagai uskup berjuang mendapatkan tenaga-tenaga pewarta. Dalam rangka ini banyak kaum awam muda ditinggalkan pendidikan ke berbagai bidang di berbagai Universitas untuk menjadi kader-kader Kerajaan Allah di bidang disiplin ilmunya. Pendidikan agama sangat diperhatikan , di sekolah-sekolah, untuk pelajaran agama perlu ada buku murid untuk tiap anak karena digunakan se-keluarga sebagai bacaan rohani pula dalam sekolah dasar. Pendidikan dan Pembinaan iman sangat diperhatikan.

Terletak di jantung kota Larantuka, dari Bandara sekitar 10 Menit perjalanan dengan transpotasi darat. lokasi ini juga merupakan salah satu tempat trend saat Semana Santa.

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir