Manusia Yang Kehilangan Akar Budayanya Sulit Menemukan Jalan ke Masa Depan

By Admin Pariwisata 15 Sep 2019, 11:27:19 WIBSeni & Budaya

Manusia Yang Kehilangan Akar Budayanya Sulit Menemukan Jalan ke Masa Depan

Pelaksanaan Festival Lamaholot Flores Timur 2019 kembali dilanjutkan di Desa Kiwangona (14/09/2019) dan Karing Lamalouk (15/09/2019) bertajuk Nusa Tadon Adonara, setelah sebelumnya berlangsung di Bantala pada 11 & 12/09/2019 yang bertajuk Nubun Tawa II serta Sarasehan Budaya di Larantuka pada 13/09/2019. 

Dalam sambutannya, Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST menandaskan kembali pentingnya pelaksanaan festival ini sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai budaya Lamaholot dalam diri masyarakat Flores Timur itu sendiri. 

“Manusia yang kehilangan akarnya, tidak akan memiliki jalan yang bagus menuju masa depannya. Dan seluruh bagi masyarakat Lamaholot akar kita adalah budaya Lamaholot,” ungkapnya. 

Bupati Anton juga kembali mengajak masyarakat Flores Timur untuk tetap merasa bangga pada apa yang dimiliki dan tentunya juga mencintai semuanya itu. “Pelaksanaan festival ini, terutama bagi saya adalah membangkitkan kembali rasa bangga dari masyarakat Lamaholot, terhadap apa yang mereka miliki, oleh karena itu pelaksanaan festival akan terus menggali dan terus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Flores Timur,” tandasnya. 

Bupati Anton mengungkapkan bahwa ketika orang Lamaholot sudah bangga pada apa yang dimiliki, pastinya juga diikuti dengan rasa cinta. Selanjutnya, hal ini akan berdampak secara sosial dan ekonomis. Bupati Anton lantas mengajak seluruh masyarakat Flores Timur untuk memuliakan apa yang dimiliki sehingga terdampak secara sosial dan ekonomis. Hal ini sesungguhnya, menurutnya, sudah dimulai dengan adanya Peraturan Bupati yang mengharuskan ASN dan anak sekolah untuk mengenakan pakaian bermotif daerah pada hari tertentu. Dengan menggunakan kain tenunan lokal, misalnya, tentunya dapat menjadi salah satu cara memuliakan apa yang sesungguhnya menjadi milik kita.  

Hari ini, Minggu 15/09/2019, rangkaian kegiatan festival yang didukung sepenuhnya juga oleh Plaform Indonesiana dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini akan dimulai dengan misa inkulturasi di gereja Katolik Paroki St. Theresia Kiwangona, trip ke destinasi-destinasi wisata berupa pantai-pantai dan peninggalan sejarah, aksi tenun massal oleh 75 anak-anak usia sekolah di Pantai Ina Burak pada jam 10.30 siang, dan jam 03.00 sore akan ada pentas seni dan budaya di panggung utama di lapangan bola Karing Lamalouk. 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • Playelmrola

    hgv [url=https://onlinecasinobay.us.org/#]no deposit casino[/url] nly ...

    View Article
  • proxarogs

    qss [url=https://freecasino888.us.org/#]free casino games[/url] lbw ...

    View Article
  • Paulurind

    <a href="http://cialisq.com/">buy generic cialis</a> <a ...

    View Article
  • canadian pharmacies

    <a href="http://canadianpharmaciesoffer.com/">ph archarmy online no ...

    View Article