Menghening di Lamanabi, Bercerita Cinta Di Danau Asmara dan Menangkap Senja di Jalanan Waiklibang.

By Admin Pariwisata 06 Mei 2019, 12:56:21 WIBWisata Alam

Menghening di Lamanabi, Bercerita Cinta Di Danau Asmara dan Menangkap Senja di Jalanan Waiklibang.

Tujuan kami hari ini adalah Lamanabi. Om Sutiknyo alias Om Bolang, dan Om Rizal sudah bersiap sejak pagi. Mereka cukup antusias dengan tujuan wisata kita kali ini. Sesudah makan pagi, bekal secukupnya untuk makan siang disiapkan, kami berangkat menuju Lamanabi menggunakan mobil Ford Ranger yang selalu siap menantang destinasi kami berikutnya, Waikibang. Jarak tempuh ke daerah ini sekitar empat puluh lima menit hingga satu jam dengan kendaraan roda empat. Jangan khawatir soal jalanan, semua sudah mulus dan halus, smooth dah!

Akibat semalam harus begadang untuk meliput Prosesi Semana Santa, kami bertiga terlelap dalam mobil, menghabiskan ‘dendam ngantuk’ yang tersisa tadi pagi. Kami dibangunkan oleh Om Acy, sang sopir ketika kami sudah hampir memasuki Pertapaan Trappist Lamanabi. Jalanan yang diapiti savana berumput hijau sungguh luar biasa menenangkan, seperti kisah Nabi Nuh yang membelah laut Merahsebagai jalan untuk umat Israel menyelamatkan diri, kami membelah savana yang luas untuk menuju lokasi pertapaan. Om Bolang tak menyia-nyiakan pemandangan ini, dan Camera 360 miliknya mengabadikan panorama dari atas Ford Rangers.

Tiba di lokasi, setelah menggoyangkan lonceng, pintu biara dibuka oleh seorang bruder. Bruder Ponsianus, rambutnya sudah memutih namun senyumnya nyaman menyapa. Setelah memperkenalkan diri, bruder mempersilahkan kami untuk melihat-lihat sendiri kompleks biara. Tempat pertama yang kami tuju adalah sebuah kapel kecil di sudut timur biara. Ukurannya cukup kecil, namun atap kubahnya yang tinggi dan bentuk serta dekorasinya yang artistik membuat kapela ini nampak anggun dan elegan, seperti ruangan-ruangan dalam film berlatar Kerajaan Roma dan sejenisnya. Di bagian atas, terdapat dua baris kursi yang saling berhadapan, masing-masing baris terdiri dari enam kursi kayu. Di tengahnya, ada sebuah meja yang berbentuk cawan besar yang terbuat dari keramik coklat. Di belakangnya, ornamen religi khas Katolik bergantungan termasuk patung Bunda Maria yang sedang menggendong Yesus kecil. Di kiri kanan, jendela-jendela berukuran besar membatasi ruangan. Jendela bagian atas berbentuk kerucut terdiri dari kaca bergambar ikon-ikon Katolik yang berwarna-warni, artisitik memang.

Di pelataran bawahnya, terdapat beberapa baris kayu panjang. Di ujung kursi, ada buku-buku doa. Di samping kiri, ada sebuah lemari kayu berisi buku-buku doa dan nyanyian. Kapela ini sangat bersih, rapih dan menenangkan. Berdoa dengan khusyuk di sini bisa jadi pilihan yang tepat bagi para peziarah, didukung dengan suasana yang sangat menentramkan. Om Bolang dan Om Rizal banyak bertanya tentang tempat ini, tentang apa itu biara, frater, bruder, kongregasi dan sebagainya. Dan, ternyata di biara juga disiapkan beberapa kamar khusus untuk tamu dari luar yang hendak menenangkan ataupun merasakan keheningan dari dunia luar, tentunya dengan tarif yang cukup murah; 150.000/malam. Bruder Ponsianus lalu mempersilahkan kami memanfaatkan ruang makan untuk menikmati makanan yang kami bawa dari Larantuka. Di sini, anda boleh menikmati apa saja yang tersedia; kopi, teh hingga makanan kecil yang ada namun dengan satu syarat: bersihkan dan cuci sendiri semua peralatan setelah terpakai. Self service gitu lah! Nice!

Kami pun pamit setelah betah merasakan kesunyian, ketenangan dan keramahan bruder dan biara Trappist Lamanabi. Kami sempat berhenti di savana Lamanabi untuk mengambil gambar, dengan kamera dan drone. Pemandangan yang serba hijau membentang seolah menghentak kita bahwasanya kita hanyalah bagian kecil dari seluruh kemegahan ciptaanNya. Sedap!

Danau Asmara menjadi tujuan kami selanjutnya. Om Kano Koten, salah seorang penjaga di sana menyambut kami dengan beberapa gelas kopi dan teh yang nikmat. Dia bercerita berapi-api tentang kisah asmara sepasang kekasih yang tragis di balik Danau Asmara yang melegenda. “Di sini, banyak pasangan yang mengaku benar-benar menikah setelah mengunjungi danau ini,” promosinya. Ah, bicara cinta, orang Flores memang paling romantis.

Sudah hampir sore, dan tujuan kami berikutnya adalah menangkap senja di Kawaliwu. Om Acy cukup khawatir kalau kami tidak bisa ke sana tepat waktu karena sudah terlalu sore. Dan, benar adanya. Sebelum meninggalkan Waiklibang, senja sudah mendahului kami. Namun, tak ketinggalan akal, Om Bolang mengabadikan senja ini dengan drone. Senja di jalanan Waiklibang pun tak kalah eksotisnya, melihat matahari perlahan memasuki awan gelap dan membagi hari di belahan lainnya, menyaksikan sebuah hari yang akan berlalu selalu mengingatkan kita betapa waktu yang telah kita habiskan untuk kebaikan dunia, hmmm, kedengarannya cukup bijak untuk direnungkan. Amin.

Ford Ranger membawa kami pulang ke Larantuka menembus jalanan yang mulai gelap. Cerita hari ini bakal berakhir, namun banyak cerita kita sesungguhnya tak akan berakhir untuk mengekspresikan kekaguman kita pada Sang Kuasa.  

 

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Bambang 05 Des 2019, 15:31:02 WIB

    Sepertinya asik berlibur kesana bareng keluarga besar, pas banget nih liburan akhir tahun sewa mobil pake jalan darat aja biar bisa keliling ke tempat-tempat yang Indah kayak danau asmara diatas.

View all comments

Write a comment

Online Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Apakah Informasi Website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bermanfaat bagi Anda?
  Tidak Bermanfaat
  Kurang Bermanfaat
  Sangat Bermanfaat
  Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • NupjumpizeGup

    jln <a href="https://cbdoil33.com/#">buy cbd new york</a> uzv ...

    View Article
  • LowlWeeleap

    uqf <a href="https://buycbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> ...

    View Article
  • proxarogs

    eag <a href="https://hempcbd11.com/#">what is hemp oil</a> pnw ...

    View Article
  • NupjumpizeGup

    gqz <a href="https://cbdoil33.com/#">cbd oil for pain</a> qys ...

    View Article