Mira, Duanyam dan Ibu Penganyam

By Admin Pariwisata 27 Apr 2019, 14:43:34 WIB

Mira, Duanyam dan Ibu Penganyam

Siang yang terik membakar ubun-ubun kepala di sebuah lapangan kecil, persis di tepian pantai desa Lamawohong, Solor Barat. Solor memang lekat dengan iklimnya yang panas, membuat tanaman dan pohon enggan bertumbuh. Hari ini, menghadiri penutupan Festival Bale Nagi (FBN) 2019 di desa Lamawohong, semua jajaran stand hampir menawarkan hal yang sama, tenunan lokal yang memang menjadi titik penting dari kegiatan ini. Adapun kuliner lokalnya, kue jawadah dan sayur rumpu-rampe yang ikut meramaikan pagelaran ini.

Di sisi barat lapangan, ada sebuah stand yang nampak beda. Ada beberapa benda kerajinan lokal yang tersusun di depannya, sementara para ibu duduk bersilah sembari mengayam beberapa kerajinan yang dipangku manis di bawahnya. Saya lalu melangkah mendekati stand ini, menyapa ibu-ibu, dan juga dua orang berkaos hitam dengan tulisan Duanyam di sebelah kirinya.

Henky Besi dari Rote dan Mira Seke dari Bajawa, dua pendamping yang sedari tadi nampak sibuk menemani dan mempersiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan ibu-ibu dalam menganyam. Setelah membuat janjian dengannya, kala menjela sore menjemput malam, saya ‘menculiknya’ dari kerumunan dan bercerita banyak di belakang tempat pamerannya.

Di atas rumput-rumput kering, Sarjana Teknik Pertambangan ini mulai bercerita, tetap dengan senyuman manis yang selalu melekat di pipinya. “Duanyam hadir untuk mendampingi ibu-ibu agar dapat memanfaatkan waktu luangnya di rumah sehingga memberikan manfaat untuk keluarganya. Duanyam tidak memanfaatkan ibu-ibu ini sebagai mesin pekerja yang menuntut target produksi,” jawabnya ketika ditanya tentang konsep hadirnya Duanyam.

Sudah empat tahun hadir di Flores Timur. “Duanyam sempat berkiprah di Sikka, namun tidak terlalu berkembang baik, namun jodoh Duanyam mungkin di Flores Timur,” tawanya menjelaskan. Sejak empat tahun ini Duanyam sudah mendampingi 500 ibu penganyam di Flores Timur, 300 ibu penganyam sendiri berada di Solor yang sudah memiliki sebuah Rumah Anyam di Bulublolong.

Menyangkut standar kualitas, gadis kelahiran 1992 mengungkapkan bahwa ada beberapa standar kualitas yang harus dipenuhi dan menjadi patokan bagi ibu-ibu penganyam. Standar-standar ini yang menentukan kualitas produk Duanyam dibandingkan dengan produk lainnya.

Selain urusan menganyam, Duanyam juga memberikan perhatian bagi para ibu dalam hal kesehatan berupa pemberian makanan tambahan dan beasiswa bagi ibu-ibu yang berprestasi dalam hal ketepatan penyetoran. “Sejalan dengan program pemerintah, semisal BPJS dan gempur stunting, Duanyam juga memberikan makanan tambahan bagi anak-anak,” ceritanya.

Rupanya, produk kerajinan yang dihasilkan Duanyam tidak dijual secara bebas. Semua dijual secara online loh! “Semua produk dijual secara online. Jadi, kalau hari ini ada yang mau beli, tidak bisa. Ibu-Ibu penganyam bisa dibilang bekerja berdasarkan pesanan. Bahkan, beberapa produk yang dipamerkan hari ini adalah produk yang sudah dipesan dan hendak dikirim ke pembeli,” ungkapnya bersemangat.

Di akhir cerita kami, gadis yang baru setengah tahun bergabung di Duanyam ini mengungkapkan kegembiraannya ketika Duanyam diminta menghadiri dan mengisi salah satu stand dalam pagelaran penutupan FBN 2019 ini. “Festival ini khan sebenarnya hendak menonjolkan tenunan, namun ketika Duanyam diberi kesempatan oleh pemerintah, kami sungguh senang diberi ruang untuk memperkenalkan sekaligus bersama pemerintah mengembangkan perekonomian masyarakat,” ucapnya dengan senyuman yang penuh gembira. Ditambah lagi, Pak Bupati sendiri sudah memesan 20 produknya untuk dipamerkan di Bajawa nanti.

 “Terima kasih untuk waktunya ya, Mira. Saya panggil nama saja ya, belum menikah khan?”

Gadis dengan sepotong tahi lalat di ujung hidungnya itu mengangguk, masih dengan tawanya yang manis.

“Saya tahu kok. Kamu tidak pakai cincin,” jawab saya mengakhiri.

Hehe ...

 

Tetap semangat berkarya Duanyam!  

(Lamawohong, 25 April 2019)

 

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment