Tetap Terapkan Protokoler Kesehatan, Obwis di Flores Timur Dibuka Kembali

By Admin Pariwisata 02 Jul 2020, 10:31:13 WIBWisata

Tetap Terapkan Protokoler Kesehatan, Obwis di Flores Timur Dibuka Kembali

(Ket. gambar; pengunjung di obwis pantai Deri diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki area obwis).

Pandemi Covid 19 telah berdampak besar dalam setiap sektor kehidupan manusia. Tak terkecuali di bidang pariwisata. Khususnya di Flores Timur, selama hampir lebih kurang tiga bulan obyek-obyek wisata (obwis) serta usaha jasa pariwisata lainnya terpaksa ditutup untuk menghentikan penyebaran pandemi ini. Dampaknya, selain pendapatan yang menurun, juga adanya tenaga kerja yang harus dirumahkan akibat menurunnya pendapatan.

Memasuki era kenormalan baru, sektor pariwisata di Flores Timur mulai menggeliat kembali dengan dibukanya obyek wisata yang ada di Flores Timur. Obyek-obyek wisata seperti Wai Platin, Asam Satu, Pantai Deri, Pantai Ritaebang pun sudah dibuka kembali. Hal ini ditegaskan sendiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima, SE.,M.Si. “Obyek-obyek wisata di Flores Timur sudah dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan dari pemerintah seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki area wisata, mengenakan masker, dan menjaga jarak,” tegasnya.

Lanjutnya, beberapa point penting yang mesti diperhatikan para pengunjung yakni, diharapkan untuk memastikan satu rombongan hanya terdiri dari lima orang saja, dan tentunya harus tetap menjaga jarak, khusus untuk obyek wisata Wai Platin, hanya dibolehkan tiga (3) orang saja yang ada dalam satu kolam rendam, sementara untuk boardwalk hanya dibolehkan untuk sepuluh (10) orang saja selama setengah jam.

“Setiap petugas di obyek wisata juga dilengkapi dengan masker, faceshield, kaus tangan dan cairan disinfektan untuk menghentikan kemungkinan penyebaran pandemi ini. Petugas juga ditegaskan untuk tetap mengatur pengunjung sehingga tidak terjadi kerumunan dalam satu titik saja. Kita sudah masuk ke era kenormalan baru sehingga diharapkan pengunjung juga dapat bekerja sama dengan mendisiplinkan diri demi menghentikan penyebaran pandemi ini,” tambahnya.

Apolonia juga berharap bahwa dengan dibuka kembalinya obyek-obyek wisata di Flores Timur ini dapat secara perlahan menggerakan roda pariwisata yang berimbas pada pergerakan ekonomi di masyarakat. “Semoga dengan dibukanya obyek-obyek wisata ini, pengunjung yang selama ini hanya berada di rumah akibat pandemi ini, dapat kembali menikmati berwisata di obyek-obyek yang ada. Ini penting juga untuk meningkatkan imun tubuh mereka. Selain itu pula, roda perekonomian di masyarakat perlahan bisa berputar kembali setelah lebih kurang tiga bulan didera pandemi,” tutupnya.

Pengelola pantai Deri di desa Duablolong Kecamatan Ile Boleng, Adonara, Agustinus Kopong keni A. Md mengaku sejak tanggal 28 Juni 2020, obyek wisata ini sudah dibuka dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan. “Pengunjung diwajibkan bermasker, wajib cuci tangan sebelum masuk ke obyek, dan selalu diingatkan untuk tetap waspada dan menjaga jarak,” tuturnya. Menurutnya, untuk menjalankan protokoler kesehatan dimaksud, di obyek wisata ini telah disediakan galon air dan hand sanitizer. “Kami para petugas juga mengenakan faceshield, hanya saja kami belum dilengkapi dengan termogan,” lanjutnya.

“Di pantai Deri, jumlah rata-rata pengunjung pada hari biasa hanya lima sampai sepuluh orang. Namun pada hari-hari libur dan minggu, rata-rata jumlah pengunjung bisa mencapai lima puluh hingga seratus orang,” sambung Agustinus yang setiap harinya juga dibantu oleh dua orang petugas lainnya. mengenai fasilitas yang ada di obyek wisata ini, Agustinus mengungkapkan bahwa fasilitas di pantai Deri sudah sangat baik karena sudah dilengkapi dengan toilet dan kamar mandi, ruang ganti, lopo, gazebo, air sumur, kantin dan kantor.

“Tinggal bagaimana para pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas itu dengan baik dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment