SULUH NUSA, LARANTUKA – PULUHAN Pandu Budaya yang berasal dari empat Kabupaten di Pulau Flores mengunjungi Desa Waibao, Kecamatan  Tanjung Bunga, Flores Timur selama beberapa hari sejak, 5 Maret sampai 8 Maret 2024.

Kehadiran Pandu Budaya ini bersama rombongar  Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hadir pula Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Syamsul Hadi, SH, MM dan Penelitian BRIN Yanu Endar Prasetyo.

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Waibao, Hery Aran, kepada SuluhNusa.Com, 4 Maret 2024.

Hery menjelaskan Kunjungan dari Kemendikbudristek dalam rangka kegiatan pelatihan Fasilitator Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) yang melibatkan Pandu Budaya dari empat kabupaten.

“Kegiatan Pelatihan Fasilitator SLKL yang melibatkan Pandu Budaya dari empat Kabupaten yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata”, ungkap Hery.

Lebih jauh Hery merasa bangga atas kehadiran Pandu budaya dan rombongan dari Kemendikbudristek juga Penelitian BRIN ini ke Desa Waibao.

“Ya kita bangga juga dengan kehadiran rombongan Kemendikbudristek ini. Setidaknya dengan segala persiapan, maka Waibao sedikit ada perubahan dan bisa  menjadi promosi potensi budaya dan pariwisata di Desa Waibao”, tutur Hery.

 

 

Yani Haryanto, Pamong Budaya Ahli Muda Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengungkapkan Pandu Budaya yangendapat pelatihan ini akan menjadi fasilitator Sekolah Lapang Kearifan Lokal tahun 2024 yang akan digelar di tiga Kabupaten dan 14 Pulau Kecil yang tersebar di Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

“Sekolah Lapang Kearifan Lokal tahun 2024 akan dilaksanakan di 3 Kabupaten 14 Pulau kecil. Para fasilitator ini akan dikirim untuk kegiatan temu kenali SLKL dan Penggalian Obyek Pemajauan Kebudayaan Kebudayaan di Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Ternate, Pulau Buaya, Pulau Lapang, Pulau Kajodai, Pulau Parumaan, Pulau Pemana, Pulau Pangamana dan Pulau Babi serta beberapa pulau lain uang tersebar di tiga Kabupaten ini”, ungkap Yani.

Yani lebih jauh mengungkapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Alor dan Sikka dan juga Pemerintah Desa Waibao bersama masyarakat dan pemangku adat karena sudah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan ToT Fasilitator SLKL 2024. +++pace.aldino/sandro.wangak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *